Motherboard
Beberapa bagian terpenting yang terdapat di dalam PC dan semuanya wajib Anda ketahui. Teknologi komputer memang tidak pernah bisa berhenti. Demikian halnya dengan motherboard yang pada tahun ini mengalami banyak perubahan yang cukup drastis.
Hal ini terjadi karena motherboard merupakan salah satu komponen yang paling penting dari sebuah sistem PC, sehingga jika Anda sekarang ini ingin melakukan upgrade atau bahkan ingin membangun sebuah PC yang dilengkapi dengan fitur anyar, ada baiknya Anda mengikuti pembahasan kami kali ini.
Beberapa teknologi terbaru yang dimiliki oleh motherboard keluaran terakhir adalah PCI Express, SATA 3 GB, SLI, dan beberapa teknologi lainnya. Namun, apakah semua teknologi tersebut sudah Anda butuhkan? Mungkin Anda sendiri yang bisa menjawabnya, karena semua teknologi tersebut sangat kompleks dan bukan hal yang mudah untuk bisa menyesuaikan kebutuhan yang kita inginkan. Karena akan ada banyak pertanyaan yang akan muncul, seperti jenis memory apakah yang harus digunakan? Berapa besar power supply yang sesuai, dan beberapa pertanyaan lainnya?
Semua pertanyaan ini akan segera terjawab dalam artikel ini. Dan sebelum kami mulai menjelaskan semuanya, kami akan memberikan sebuah gambar berikut dengan penjelasannya dari sebuah motherboard yang sudah mengadopsi teknologi-teknologi tersebut.
SATA PORT
Serial ATA (SATA) merupakan port yang digunakan untuk menghubungkan harddisk dengan PC Anda. Ini merupakan pengembangan terbaru dari Paralel ATA (PATA) yang sebelumnya telah lama kita kenal.
SOUTHBRIDGE
Di bawah heatsink itu terdapat chipset southbridge yang berfungsi untuk melakukan pengaturan terhadap input dan output beberapa komponen seperti harddisk, optical drive, USB ports, dan slot tambahan PCI Express. Seiring dengan banyaknya tuntutan proses yang harus dilakukan, maka kini chipset ini dilengkapi dengan heatsink agar lebih stabil.
NORTHBRIDGE
Chipset yang terdapat di bawah heatsink yang dilengkapi kipas ini bekerja sama dengan chipset southbridge untuk melakukan pengaturan terhadap video card, processor, dan memory. Pada chipset ini memiliki beberapa fitur baru yang mampu memberikan port kecepatan tinggi untuk koneksi LAN dan tambahan ekstra PCI Express.
CPU SOCKET
Socket ini merupakan tempat untuk meletakkan processor. Pada beberapa motherboard terbaru telah menggunakan CPU socket yang cukup mudah digunakan, sehingga Anda tidak membutuhkan obeng untuk memasang ataupun membukanya. Namun, Anda harus tetap berhati-hati karena ada beberapa kapasitor berada cukup dekat dengan socket yang bukan tidak mungkin akan tersentuh dan akan mengakibatkan kerusakan.
MEMORY SLOTS
Slot memory mungkin salah satu bagian yang cukup lama tidak mengalami perubahan. Sebelumnya mungkin kita mengenal SDRAM sebagai tipe memory yang digunakan, namun kini setelah keluar DDR ada lagi tipe memory terbaru di atasnya, yaitu DDR2. Namun, bagian yang paling penting diperhatikan darinya adalah jumlah slot memory tersebut.
BIOS
Ketika Anda kali pertama menghidupkan PC, motherboard akan boot dan menjalankan kode yang berisikan Basic Input Ouput system (BIOS), BIOS akan menjalankan beberapa tes untuk mempersiapkan semua hardware yang kemudian menjalankan operating system. BIOS itu sendiri tersimpan dalam Flash RAM dengan kapasitas sekitar 2-4 MB, dan kebetulan pada contoh ini motherboard memiliki dua buah BIOS.
EXPANSION SLOTS
Beberapa motherboard terbaru kini dilengkapi dengan campuran PCI dan PCI Express expansion slot. Sedangkan untuk PCI Express biasanya terdapat dua jenis, yaitu PCI Express 16x yang berfungsi untuk menggantikan AGP slot dan PCI Express 1x yang berukuran paling kecil dan nantinya digunakan sebagai pengganti slot PCI yang ada sekarang ini untuk menunjang modem dan beberapa input device lainnya.
KOMPONEN TAMBAHAN
Beberapa produsen motherboard biasanya melengkapi motherboard dengan beberapa chipset opsional, seperti Silicon Image SATA RAID, Texas Instrument FireWire Controller, dan dua Broadcom Gigabit LAN controller. Beberapa chipset tersebut dapat digunakan untuk menunjang konektivitas yang membutuhkan transfer rate lebih tinggi.
Enam Langkah Panduan Memilih Motherboard
Memilih sebuah motherboard, memang bukan hal yang mudah. Karenanya kami akan memberikan panduannya kepada Anda dalam enam langkah.
1. Pilih processor.
Langkah pertama ini memang pilihan yang utama. Demikian juga jika ingin meng-upgrade motherboard, Anda harus memastikan apakah motherboard yang baru nantinya kompatibel dengan processor Anda. Sekarang ini ada dua merk processor yang berada
di pasaran, yaitu Intel dan AMD.
2. Pilih chipset.
Dari sekian banyak chipset yang beredar di pasaran mungkin membuat Anda bingung, dan untuk lebih jelasnya lihat pada tabel di bawah ini.
3. Gunakan fitur yang sesuai.
Banyak motherboard yang dilengkapi dengan fitur yang mewah dan lengkap, namun tentunya tidak semua fitur yang terdapat di dalam motherboard tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda. Karenanya Anda harus menentukan kebutuhan yang Anda miliki baru disesuaikan dengan fitur yang terdapat di motherboard, seperti Dual Gigabite Ethernet,
Integrated wireless, dan port SATA.
4. Baca buku manualnya.
Mengapa demikian? Karena tak sedikit produsen motherboard yang memberikan manualnya dalam format PDF yang disimpan di dalam CD atau bahkan harus men-download terlebih dahulu di situs produsen. Jika hal ini terjadi, tentunya akan sangat menjengkelkan karena kita akan kesulitan untuk mengetahui memory atau CPU apa saja yang kompatibel dengan motherboard tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya beli motherboard yang menyertakan buku manual yang jelas dan mudah dimengerti.
5. Other opinion.
Jika motherboard tersebut sudah cukup lama dikeluarkan, sebaiknya Anda cari bahan referensi untuk mengetahui seberapa baik kinerja dari motherboard tersebut dan kelemahan-kelemahan apa saja yang dimilikinya. Beberapa bahan referensi yang bisa Anda gunakan untuk acuan di antaranya adalah forum yang biasanya ada di situs produsen. Selain dari forum, Anda juga bisa membaca beberapa majalah yang mengulas
tentang motherboard seperti PC Media dan PC Mild.
6. Motherboard dengan revisi terakhir.
Meski tidak semua motherboard mengalami banyak revisi, namun sebaiknya Anda harus mengetahui apakah motherboard tersebut merupakan versi awalnya atau versi revisi, dan sebaiknya Anda memiliki motherboard dengan revisi terbaru karena pada revisi terbaru telah mengalami banyak penyempurnaan dari versi sebelumnya.
Dari beberapa langkah tersebut, kami rasa Anda sudah mulai mengenal dan mengerti tentang motherboard. Namun, jangan lewatkan edisi depan karena kami akan membahas tentang pemilihan processor dan core logic.
Tips Memilih Motherboard
Seperti kita ketahui bahwa saat ini penggunaan PC Desktop sudah umum untuk mendukung aktivitas kita sehari-hari, baik dari sisi pekerjaan maupun hiburan. Untuk itu, diperlukan suatu pengetahuan (knowledge) yang memadai dari sisi arsitektur & periferal PC tersebut agar kita dapat menggunakannya dengan optimal.
Di Indonesia umumnya, kebanyakan PC Desktop yang beredar adalah tipe PC rakitan. Istilah PC rakitan mengacu pada sebuah PC Desktop yang dirakit sendiri secara swadaya oleh pemiliknya, atau dirakit oleh sebuah dealer lokal. Kelebihan PC rakitan adalah dari sisi fleksibilitas fitur, spesifikasi, kemudanan upgrade sampai ke harga yang lebih miring. Istilah ini untuk membedakannya dengan PC Branded (bermerek) yang biasanya memiliki “kelebihan” sebaliknya, yaitu : Fitur kurang fleksibel (sudah ditentukan oleh produsennya), spesifikasi sudah fix, susah di-upgrade (karena harus melalui perwakilan resmi produsen) dan harganya sedikit lebih mahal daripada PC rakitan.
Jika anda sudah memutuskan untuk membeli PC rakitan, ada baiknya mengetahui dulu arsitektur & periferal yang menentukan dari sebuah PC. Perangkat terpenting PC sebetulnya adalah Motherboard (atau Mainboard). Sebegitu pentingnya perangkat ini, hingga dinamakan sebagai “Mother”. Ini artinya Motherboard adalah sebuah perangkat utama yang menjadi platform/dasar dari sebuah PC. Dapat dikatakan, sebuah PC sebetulnya dibangun dan memiliki spesikasi sesuai dengan Motherboard yang digunakan. Semua devices & periferal seperti Processor, RAM, Hard Drive, VGA Card sampai ke Mouse/Keyboard semuanya berhubungan dan “dicolokkan” pada Motherboard.
Dibawah ini merupakan tips memilih Motherboard yang baik:
1. Carilah Motherboard yang berharga terjangkau & sesuai dengan tujuan penggunaan PC.
Yang paling penting pada saat membeli produk adalah budget dana yang tersedia. Sesuai dengan harganya Motherboard dibagi menjadi 3 segmen, yaitu : Value (terjangkau), Mainstream (menengah) & High End (kelas atas). Tentukan dulu tujuan penggunaan PC, apabila hanya digunakan untuk keperluan standar/administrasi sebaiknya gunakan tipe Value, jika untuk pemakaian home-entertainment bisa menggunakan mainstream dan seterusnya
2. Tentukan form-design (ukuran) chassis yang ingin digunakan.
Motherboard memiliki dua ukuran, yang disebut ATX dan Micro-ATX. Ini mengacu pada chassis (casing / CPU) yang digunakan. ATX berukuran standar (Tower PC), sedangkan Micro-ATX berukuran lebih kecil (Mini Tower PC). Umumnya Motherboard Value menggunakan form-design Micro-ATX.
3. Pilihlah chipset yang tepat.
Chipset merupakan “jantung” dari Motherboard, dan sangat menentukan spesifikasi dari Motherboard yang digunakan. Motherboard terbaik selalu menggunakan chipset terbaik pula. Pilihlah chipset dengan teknologi paling akhir, agar dapat menggunakan devices & periferal terbaru. Contohnya : mendukung Processor Intel LGA775, RAM DDR/DDR2, Hard Disk Serial ATA, dsb. Produsen chipset yang umum di Indonesia antara lain : Intel, Via dan SiS.
4. Pastikan Motherboard mendukung Processor mutakhir, terutama dari Intel.
Intel merupakan “penentu” teknologi PC di dunia. Hampir semua standar PC dibuat oleh perusahaan ini, jadi sebaiknya kita menggunakan platform yang saling terkait dengan Intel, misalnya : Motherboard yang mendukung processor Intel. Selain itu produk-produk Intel biasanya juga mendukung fitur-fitur motherboard yang mutakhir seperti yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya.
5. Fasilitas fitur terintegrasi (on-board).
Fasilitas terintegrasi adalah fitur tambahan yang telah disertakan pada Motherboard tersebut, sehingga kita tidak perlu membeli periferal tambahan. Contoh fitur terintegrasi (on-board) antara lain : Grafics Integrated (VGA Card), Audio System, LAN, USB, dsb. Dengan adanya fasilitas ini, maka kita bisa berhemat karena bisa langsung digunakan.
6. Garansi yang memadai & jaminan purna jual yang baik.
Garansi sangat penting untuk menjamin apabila suatu waktu PC kita mengalami masalah (trouble), sehingga kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk perbaikannya. Carilah merek yang betul-betul memiliki garansi riil dan dapat dipercaya. Saat ini rata-rata Motherboard memiliki garansi 1 – 3 tahun. Garansi juga terkait dengan layanan purna jual, dimana kita membeli devices tambahan atau komplain mengenai produk yang kita. Artinya penting buat kita untuk membeli Motherboard pada dealer yang cukup bonafid.
7. Ketersediaan Driver pendukung.
Driver adalah aplikasi yang berfungsi untuk “memperkenalkan” devices atau periferal yang dipasang pada Motherboard, misalnya VGA Card, Printer, CD ROM dan sebagainya. Tanpa driver, perangkat tersebut tidak dapat berjalanan atau dikenali oleh sistem PC. Pastikan Motherboard telah dilengkapi dengan CD Driver yang up-to-dated sehingga dapat mengenali perangkat terbaru.
8. Kompatibilitas sistem dengan berbagai modul card tambahan.
Kompatibilitas maksudnya adalah kesesuaian devices & periferal pada Motherboard agar semua sistem dapat bekerja dengan sesuai. Misalnya, apakah tipe RAM atau VGA Card yang kita gunakan dapat berjalan baik dengan Motherboard tersebut. Kompatibilitas merupakan poin penting, karena jika ada satu perangkat yang tidak cocok berarti PC secara keseluruhan tidak dapat digunakan. Untuk mengetahui kompatibilitas, dapat di cek pada dealer yang menjual atau membaca buku manual (guide book) yang tersedia.
9. Mencari referensi produk-produk Motherboard dari relasi atau media.
Untuk memperkuat pengetahuan sebelum membeli Motherboard, ada baiknya kita membaca referensi yang banyak tersedia di majalah komputer, buku atau internet. Kita juga dapat bertanya kepada relasi yang sudah ahli. Sekarang ini banyak tersedia resource informasi mengenai arsitektur PC apabila kita membutuhkannya. Dengan pengetahuan yang memadai akan mengurangi resiko salah beli atau harga yang terlampau mahal.
10. Kelengkapan Motherboard.
Terakhir yang tak kalah penting adalah kelengkapan pada Motherboard. Ketika membeli suatu Motherboard box-packaged haruslah menyertakan CD Driver, Buku Manual (Guide Book), Kabel ATA/SATA/Floppy dan Back-panel (berfungsi untuk pelapis bagian belakang casing sebagai tempat konektor). Item diatas minimal harus ada, karena kita tidak dapat merakit PC tanpanya.
Ditulis oleh taufiqrom 



